Jumat, 04 Januari 2013

WASPADA - Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) mengharapkan tahun 2011 nasib para guru agama sudah jauh lebih baik dari tahun 2010. Hal ini dikarenakan di Kementerian Agama sudah memiliki Direktorat PAIS dan sudah ada Direktur PAIS maka untuk lebih singkron dan sejalan perlu juga dibentuk di tingkat Kemenag Provinsi dan Kabupaten/kota. Hal itu disampaikan Ketua AGPAII Sumut Ali Nurdin, hari ini. Disebutkan juga bahwa AGPAII Sumut memohon pada Kemenag agar sistem penilaian kelulusan dokumen portofolio dihapus saja dan diganti dengan sistem diklat profesi. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian yang dilakukan AGPAII ternyata guru yang lulus sertifikasi lewat jalur Diklat setelah di lapangan hasilnya lebih baik dari guru yang lulus dokumen portofolio. AGPAII juga sangat berterima kasih kepada Direktur PAIS yang sudah mencanangkan bantuan laptop dan pelatihan IT untuk guru-guru agama Islam. Dan untuk tahun 2010 GPAI Sumut telah memperoleh kuota 30 orang dan sedang mengikuti latihan IT berkat hasil kerjasama Kemenag/Direktorat PAIS dengan Seamolec, suatu lembaga pelatihan bertaraf internasional yang berpusat di Bangkok. Kegiatan ini dilakukan tanggal 27 - 30 Des 2010 di Hotel Garuda Plaza Medan. AGPAII berharap untuk tahun-tahun berikutnya program ini tetap dilanjutkan. AGPAII juga mengingatkan janji Menteri Agama RI untuk menambah kuota CPNS guru Agama di Sumut untuk tahun 201

Tidak ada komentar: